Ass. Wr. Wb dan Salam sejahtera
Judul di atas bukanlah potongan sebuah mantra agar kita terhindar dari kecopetan atau mantra seseorang yang akan mencopet benda milik orang lain tanpa disadari oleh pemiliknya. Judul diatas adalah singkatan dari beberapa kata yang agak susah kita mengingatnya bila harus disebutkan satu persatu.
Singkatan diatas terkesan unik dan mudah diingat untuk kita panggil kembali bila menginginkannya.
Singkatan itu merupakan tips bagaimana caranya para orangtua dalam mendidik anak mereka dengan lebih baik dan bagi si anak agar mengerti dan faham maksud dan tujuan orangtua mereka melakukan hal tersebut pada diri si anak.
1. Co (Contoh)
Seorang anak tumbuh dan berkembang dari keluarga, sekolah, dan lingkungannya. Bila contoh dari keluarga, sekolah, dan lingkungannya baik kemungkinan besar si anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebaliknya bila contoh kehidupan di keluarga, sekolah, dan lingkungannya kurang baik maka kemungkinan besar pola pikir sikap dan tindakan si anak pun kurang baik pula. Coba orangtua ingat-ingat dalam kehidupan sehari-hari, orangtua sulit menyuruh anak untuk mandi bila si anak masìh melìhat orangtua sendiri kelihatan belum mandi. Juga sulit menyuruh anak untuk shalat bila sebagai orangtua kelihatan belum shalat. Demikian pula anak susah disuruh belajar bila orangtua sendiri tidak kelihatan belajar.
Apakah kita sebagai orangtua sudah bisa menjadi contoh yang baik bagi anak?
2. Pe (Perintah)
Perintahkan anak kita shalat sebagaimana Allah memerintahkan segenap manusia untuk menegakkan shalat, berbuat baik pada sesama, belajar Al Quran dan ilmu pengetahuan. Karena kalau orangtua tidak memerintahkan hal itu pada anak mereka dan membiarkan saja, terkadang anak lalai melakukan kewajiban-kewajiban yang mestinya harus dilakukan sebagai hamba maupun khalifah di muka bumi ini.
3. Te (Teguran)
Bila orangtua telah memberi contoh dan memerintahkan hal-hal baik yang mestinya harus dilakukan oleh anak, namun si anak tidak melakukannya maka sebagai orangtua berkewajiban menegurnya. “Kenapa kok nggak shalat? Ayo segera shalat ” . Lakukan teguran tersebut pada situasi yang semestinya harus dilakukan oleh anak misal pada saat harus belajar, saat harus bangun tidur, dsb. Teguran yang baik tentunya harus disampaikan dalam tutur kata yang baik dan santun disertai dengan kalimat ajakan menuju kebaikan.
4. Ce (Cela)
Bila contoh, perintah, dan bahkan teguran sudah orangtua lakukan tetapi si anak tidak melakukannya juga maka berikutnya adalah celaan. Orangtua boleh mencela perbuatan anak yang kurang baik dengan ucapan yang bernada miring.
Lho, katanya anak shaleh, kok nggak shalat ya?
Atau
Lho, katanya ingin dapat nilai baik kok nggak mau belajar ya?
Celaan yang orangtua lakukan hendaknya diniatkan untuk menyentuh jiwa anak dengan harapan jiwanya yang lupa bisa diingatkan lagi dan berdampak pada perilaku baik yang para orangtua harapkan.
Bersambung. . .
0 komentar:
Poskan Komentar