Sabtu, 07 Agustus 2010

CoPeTe CeLaAn HuHa {2}

Ass. Wr. Wb dan Salam Sejahtera

Apakabar kawan? Tentu sehat, bukan? Sehingga bisa kunjung ke blog ini.
Bagi anda yang belum membaca CoPeTe CeLaAn HuHa {1}, saya sarankan baca terlebih dahulu sehingga pada artikel kali ini anda bisa lebih faham keseluruhannya dengan yang dimaksud sesuai judul di atas.

5. La {Larangan}
Bila empat jurus sebelumnya juga belum mampu mengubah situasi yang kita harapkan maka jurus kelimanya adalah larangan. Kita boleh melarang anak untuk tidak melakukan hal yang tidak baik tentu alasan melarang yang kita lakukan dapat dipahami bersama. Dilarang menonton TV di saat waktu-waktu orang melakukan shalat atau belajar. Dilarang tidur terlalu malam yang dapat menyulitkan bangun tidur keesokan harinya, atau
larangan yang lain. Pemahaman terhadap apa dan mengapa sesuatu dilarang sebaiknya dilakukan atas kesepakatan bersama antara orangtua dan anak.

6. An {Ancaman}
Bila sampai tahap larangan pun anak kita masih melanggarnya, maka jurus ancaman sudah saatnya dilakukan. Yang perlu diingat jangan sampai ada niat jahat yang muncul saat memberi ancaman. Yang ada adalah upaya lebih kuat untuk memperbaiki perilaku anak, pelanggaran atas larangan pasti ada konsekuensinya. Contoh bentuk ancaman yang bisa kita lakukan misalnya Ingat, bila bangun kesiangan akan ditinggal, kalau tidak shalat, nggak ada uang saku, dsb.

7. Hu {Hukuman}
Makna hukuman bukanlah sesuatu yang menakutkan atau menyeramkan. Hukuman yang baik adalah agar anak paham sesuatu harus terjadi atau konsekuensi dari sebuah pelanggaran yang terjadi. Dan itu semua adalah sesuatu yang telah disepakati. Misal ketika si anak saat shalat jamaah berbuat gaduh mungkin hukumannya mengulang shalatnya, tidak shalat subuh tidak ada uang saku, memetik bunga kesayangan, hukumannya menyiram dan merawat tanaman tersebut.

Jangan pernah berpikir memberi hukuman dengan hukuman fisik yang berat atau hukuman yang melukai hati dan perasaan anak yang mendalam. Ingatlah Rasulullah saw. Pernah menegur seorang ibu yang telah merenggut anaknya dari tangan Rasulullah dengan kasar hanya karena si anak kencing di jubah beliau. “Wahai Ibu, jubah kotor karena noda kencing anak ini bisa hilang bila dicuci, tapi bisakah kita menghilangkan luka hati anak yang telah diperlakukan dengan kasar?”

8. Ha {Hati}
Jurus pamungkas dari semua tips mendidik anak adalah hati. Bila semua jurus diatas {1 – 7} sudah mentok, maka gunakan hati. Jenguklah anak ketika dia sudah tidur. Betulkan selimutnya, usaplah tangan, kaki atau punggungnya. Kecuplah keningnya sambil bergumam lirih, “Ayah/Ibu sangat menyayangimu, jadilah anak yang baik.” Atau di saat selesai shalat, bayangkan wajahnya satu per satu doakan, “Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak-anak yang shalih. Ya Allah, jadikanlah pasangan hidup dan anak-anak keturunan kami sebagai penyejuk mata dan hati kami kelak. Jadikanlah mereka sebagai pemimpin bagi orang yang bertaqwa. Wahai yang membolak-balikkan hati manusia, bukalah pikiran, bukalah mata hatinya, satukan hati kami, ya Allah.”
{Sumber: majalah donatur YDSF edisi 258/sept 2009/hal 26}

Semoga apa yang tertera pada artikel di atas bisa bermanfaat untuk menjadi pedoman bagi para orangtua dalam mendidik anak-anaknya dengan lebih baik. Dan bagi kalangan remaja yang masih betah sendirian semoga bisa jadi bekal agar apabila sudah tidak pingin sendiri dan menikah terus mempunyai momongan bisa diterapkan.
Terimakasih

0 komentar:

Poskan Komentar